Postingan ini dan selanjutnya saya persembahkan untuk Humi Dumi, band innocence folk-pop Surabaya dengan debut EP-nya yang bergelimang kejora I Am Ij Sin A. Meski masih agak underrated di skena nasional dan bahkan di Surabaya sendiri, saya mencintai Humi Dumi dengan setulus hati jiwa dan raga. Karena setelah googling saya belum menemukan lirik di semua lagu dalam I Am Ij Sin A, maka saya memutuskan untuk menyalin lirik dari kemasan albumnya yang unik itu dan mempostingnya di blog. Karena saya yakin, menyebarkan Humi Dumi walaupun hanya sebatas liriknya adalah bentuk balas budi paling masuk akal karena EP ini telah menyelamatkan hidup saya dari guncangan patah hati dan akhirnya membimbing saya untuk merenung lebih dalam hingga saya bisa sembuh kembali. Berikut ini adalah lagu pembuka "Sleep" dan selamat menikmati dan berspiritual lewat I Am Ij Sin A!
***
I saw a lot
of thing in here
Anyway to
remind that
I must go
back to the sound
I want to go
somewhere
That i don’t
want anyone
To know when
and whenever
I forgot all
lying of thing
I don’t want
too, distance
I like you,
remember
Eyes, said
to start get a light over
Anything you
anything founded?
Distance we
were
Other place
Some other
place
I can do
anything you want
I find
anything you find
We can be
together
Everything
we can through
Without lie
And other
place
Some other
place
And other place
So we ca do
anything you want
You can find
anything you find
We can do
this something
Every after
to distance to like
We didn’t
meet up
***
Sedikit cerita:
Lepas dari
bagaimana debut album Humi Dumi I Am Ij Sin A yang kurang begitu meledak di
skena lokal—khususnya Surabaya—padahal menurut saya hanya dengan “Sleep” saja
mereka sudah cukup mampu bersaing di industri pop mainstream (dan tolong
lepaskan stigma mainstream itu dari seberapa sering sebuah band main di Inbox)
untuk kemudian menjadi idola indie pop baru setelah Mocca (dan hebatnya Mocca
sempat memuji Humi Dumi via Twitter), Humi Dumi dengan “Sleep” adalah sebuah
kegemilangan. Surabaya kering rilisan folk beberapa tahun terakhir, apalagi
dengan vokalis wanita dengan suara benzodiazepine yang menenangkan . “Sleep”
saya dengar beberapa saat setelah berputar menjelajahi Sunday Market. Saya
ingat betul suasana malam itu: saya berada persis di dekat panggung, sebelah
sound besar dimana Humi Dumi mulai memainkan lagu. Saya termenung beberapa saat
saat intro “Sleep” dimainkan, mengingat saya baru pertama kali mendengarnya.
Folk juga bisa seindah dan semelankoli ini. Momen magis yang tiap detik terus
terjadi sampai mendekati akhir lagu. Dan lagi-lagi suara Nitnot si vokalis yang
kekanakan-imut-lucu-menggemaskan—dan itu semua tercermin dalam suara dan gaya
khasnya membuat saya jatuh cinta berkali-kali. Bahagia berlipat-lipat. Tak
berlebihan karena setelah pulang dari Sunday Market yang saya lupa volume
keberapa itu hidup saya tak pernah sama lagi: “Sleep” adalah playlist favorit
di Soundcloud. Dan saya berani menjamin mungkin hanya 10% dari total populasi
kampus yang mengenal Humi Dumi dan keajaiban yang ditimbulkannya—mengingat waktu
itu mereka adalah band baru serta baru mengeluarkan satu single dan album juga
belum kelar. Saya optimis bahwa mereka nantinya akan menjadi band skala
nasional, bahkan go internasional secepatnya dengan hanya single “Sleep” saja.
“Sleep” sendiri menurut interpretasi saya adalah lagu tentang LDR, dimana jarak
jauh tak jadi penghalang karena saat kita tidur, kita bisa bermimpi dan
melakukan apapun dengan orang yang kita sayang. Selain Nitnot, saya juga memuji
performa cantik-menghanyutkan dari bassist-nya (saya lupa namanya) yang juga
seorang perempuan. Komposisi ini adalah harta karun musik Surabaya yang
walaupun hype dari skena nasional belum tampak, tapi seiring berjalannya waktu
I Am Ij Sin A akan menjadi salah satu artefak paling jenius dalam sejarah musik Surabaya itu sendiri.