Tuesday, May 13, 2014

Karena Burung Dara Itu Dianggap Setia Hanya Karena Ia Tak Pernah Lupa Tempat Asalnya

“Ih pulangan! Kayak burung dara!”

Sebagai mahasiswa yang ‘kupu-kupu’ (kuliah-pulang-kuliah-pulang), saya sering diejek oleh teman-teman dengan kata-kata itu. But, who cares? Saya tidak peduli karena saya tidak tahu menahu soal burung dara. Sampai pada suatu sore, saya diajak oleh Bang Joko, bocah asli Surabaya yang sering bermalam di kosan, untuk membawa burung daranya (dalam makna harfiah) pergi sejauh mungkin dari bakupon (nama rumah burung dara—terdapat di buku Pepak Bahasa Jawa kelas 5) untuk kemudian diterbangkan lagi. Kami menuju ke kawasan Pakuwon untuk melakukan aksi itu, yang berarti jarak antara bakupon dan tempat kami berada sekarang cukup jauh. Bang Joko mulai menerbangkan burung daranya. Komentar saya:

“Loh! Gendeng a bang! Lapo kok diculno manuk’e? Amblas la’an engkok” --sekali lagi ‘manuk’ dalam makna harfiah.

Joko Tingkir inipun hanya tertawa.

“Mariki lak yo moleh dewe seh to!” ujarnya.

Bagaimana mungkin burung dara ini bisa menemukan rumahnya yang terletak amat sangat jauh dari peradaban sementara manusia beserta mobil canggih dengan GPS pun masih sering nyasar hingga ‘nyemplung’ jurang? Saya pun tak mempercayai kata-kata Bang Joko. Tapi setelah memacu motor dan mengecek kembali rumah bakupon burung dara itu, Ajaib! Ia sudah kembali disana.

“Hewan paling setia adalah burung dara. Sejauh apapun pergi ia pasti kembali menuju sarangnya.”

Saya baru tahu, ternyata kata-kata itu benar! Thanks Bang Jok!

Notes: Pulang adalah hal yang sakral; bertemu keluarga, tidur di kamar tercinta hingga makan masakan ibunda. Semuanya sekaligus sebagai pengisi energi psikis yang mungkin hilang oleh panasnya kota rantau. Dan, burung dara mengajarkan pelajaran penting: bahwasanya setiap manusia, cepat atau lambat, mau atau tidak, pasti akan kembali ke tempat asalnya, sejauh apapun ia beranjak dari tempat itu. Dan tentang kesetiaan burung dara? Bahwa burung dara itu dianggap setia hanya karena ia tak pernah lupa dan selalu kembali ke tempat orang-orang yang menyayanginya :)

2 comments:

  1. sering - sering ya nge blog tulisan kayak gini. seneng banget baca tulisan mu yang gini - gini :)

    ReplyDelete