Tuesday, November 29, 2016

Timeless – Beetwen And Beyond: Menyenangkan!


Review untuk Ronascent Webzine. Versi edit bisa dibuka disini

Rilisan yang spesial karena band ini sudah sebegitu dinanti. Sebelumnya EP We Believe For What We Do Is Timeless yang rilis 2014 cukup banyak mengumbar lick-lick akar rumput dari Pearl Jam. Di Beetwen And Beyond kecenderungan mereka untuk sedikit lebih rapi dan teratur sekilas terdengar seperti Foo Fighters. Tapi memang sulit untuk tidak membandingkan suara Bimantarah dengan Eddie Vedder: renyah dan bijak. Secara kualitas tidak perlu banyak dipertanyakan lagi. Dalam Motown Crush, misalnya, mengembalikan esensi musik rock senang-senang yang tidak urakan. Seksi tapi tidak ngawur dan ugal-ugalan. Meminjam istilah pegiat Instagram, Motown Crush adalah track paling fashionable di album ini. Punya gaya dan trendi. Timeless suka bermain-main dengan intro, dan pembuka lagu ini adalah salah satu yang terbaik. Single pertama Golden Age juga tidak kalah seru. Ada kebahagiaan murni saat mendengarkan rock berjenis seperti ini. Tidak melulu harus kebut-kebutan atau jadi bajingan ampli. Tidak juga harus mengkotor-kotorkan sound atau berusaha sementah mungkin. Timeless tampil pure dan sebegitu adanya, dan itu terdengar sangat orisinil. Bahkan untuk ‘single paling ngebut Timeless’ Ride Into The Sun, bukan kemarahan oi-oi atau nuansa pemberontakan yang muncul, tapi kesan gagah, bernyali dan berwibawa, seperti judulnya sendiri; berkendara menuju matahari. Menyenangkan juga mendengarkan wahana modern rock dalam Fine, dimana vokal Bimantarah seperti sudah sangat matang, prima dan bercorak. Kesimpulannya: Beetwen And Beyond adalah album rock muda-mudi yang sudah muak dengan lagu lama, kritik sosial pencitraan, kata-kata nir perjuangan. Timeless murni rock senang-senang, dan kita suka itu. Seperti salah satu bait mereka: i wanna be free from the universe. Bebaskan!

No comments:

Post a Comment